Jakarta – Detikers, siapa nih yang kalau habis olahraga langsung makan? Mulai sekarang biasakan untuk kаѕіh jеdа dаhulu ѕеbеlum mаkаn уа.
Ahlі gіzі mеnуеbutkаn ѕеtіdаknуа kаmu реrlu mеmbеrі jеdа 30-45 mеnіt. Yuk ѕіmаk ѕеlеngkарnуа bеrіkut іnі.
Baca : Demo Aliansi Jogja Mengundang Di Nol Km Jogja, Ini Tuntutannya
Setelah menyelesaikan sesi olahraga, tubuh mengalami banyak perubahan fisiologis, termasuk pengurasan glikogen otot dan peningkatan pemecahan protein. Proses ini menyebabkan tubuh berada dalam kondisi yang disebut sebagai “jendela anabolik”, yaitu masa di mana tubuh sangat responsif terhadap asupan nutrisi. Dalam rentang waktu ini, makanan yang dikonsumsi akan lebih mudah diserap dan digunakan untuk memperbaiki jaringan otot serta mengembalikan cadangan energi. Inilah sebabnya mengapa waktu makan setelah olahraga sangat penting dan tidak boleh diabaikan.
Banyak ahli gizi dan pelatih kebugaran merekomendasikan agar seseorang mengonsumsi makanan dalam waktu 30 menit hingga maksimal dua jam setelah berolahraga. Ini adalah waktu emas untuk membantu tubuh pulih, mengurangi nyeri otot, serta memaksimalkan adaptasi latihan. Jika tubuh dibiarkan terlalu lama tanpa asupan nutrisi setelah latihan, maka pemulihan bisa berjalan lebih lambat dan hasil latihan pun menjadi tidak optimal. Bahkan, dalam beberapa kasus, kehilangan massa otot bisa terjadi jika tubuh terlalu lama kekurangan nutrisi setelah aktivitas berat.
Jenis Makanan yang Ideal dan Pengaruh Waktu Konsumsinya
Tidak hanya waktu makan yang penting, tetapi jenis makanan yang dikonsumsi juga sangat berpengaruh. Kombinasi yang ideal setelah berolahraga adalah antara karbohidrat dan protein. Karbohidrat berfungsi untuk mengembalikan energi melalui pengisian ulang glikogen otot, sedangkan protein membantu memperbaiki dan membangun jaringan otot yang rusak selama latihan. Misalnya, makanan seperti nasi merah dengan ayam panggang, roti gandum dengan telur, atau smoothie pisang dengan susu dan bubuk protein adalah pilihan yang baik dan cepat diserap tubuh.
Waktu konsumsi makanan juga dapat mempengaruhi hormon-hormon tertentu dalam tubuh. Ketika kita makan dalam jangka waktu yang terlalu lama setelah berolahraga, kadar kortisol—yang merupakan hormon stres—dapat tetap tinggi lebih lama, dan ini justru akan menghambat proses pemulihan tubuh. Sebaliknya, makan dalam waktu ideal setelah olahraga akan membantu menurunkan kadar kortisol dan meningkatkan hormon insulin, yang mendukung sintesis protein serta penyimpanan glikogen.
Perlu diingat pula bahwa intensitas dan durasi olahraga juga berperan dalam menentukan urgensi waktu makan. Setelah olahraga berat seperti angkat beban atau lari jarak jauh, tubuh membutuhkan pengisian nutrisi lebih cepat daripada olahraga ringan seperti berjalan kaki santai. Untuk itu, disarankan agar setiap individu menyesuaikan waktu makannya berdasarkan kebutuhan tubuh dan jenis latihan yang dilakukan.
Penutup
Menentukan waktu makan yang tepat setelah olahraga bukan hanya soal mengisi perut, tetapi merupakan strategi penting untuk mendukung pemulihan dan kemajuan kebugaran. Dengan makan dalam waktu 30 menit hingga dua jam setelah olahraga dan memilih kombinasi makanan yang tepat, tubuh dapat dengan maksimal menyerap nutrisi untuk perbaikan jaringan dan pengisian energi. Jika waktu makan ini diabaikan, bukan hanya manfaat olahraga yang berkurang, tetapi juga bisa menghambat proses pemulihan tubuh. Maka dari itu, pastikan untuk memberi tubuh bahan bakar yang tepat, di waktu yang tepat, demi hasil latihan yang optimal.